Kamis, 18 Oktober 2012

PINTU TAUBAT SLALU TERBUKA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim...Ada seorang manusia yang bertemu dengan syaitan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan solat, maka syaitan pun sambil tersenyum berkata, “Orang ini
memang sangat layak menjadi sahabatku..! “Begitu juga ketika waktu Dzuhur orang ini tidak mengerjakan solat, syaitan tersenyum lebar sambil berkata dalam hati, “Hampir pasti, inilah bakal teman sejati ku di akhirat nanti..!”Ketika waktu asar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asyik dengan kegiatannya tanpa mempedulikan waktu solat, tiba-tiba, syaitan mulai terdiam…… .

Kemudian ketika datang waktu maghrib, temannya itu ternyata tidak solat juga, maka syaitan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan solat Isya, maka syaitan menjadi sangat panik.

Ia rupanya tidak mampu untuk menahan diri lagi, di hampiri nya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, “Wahai sahabat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!”

Dengan keheranan manusia ini bertanya,”Kenapa engkau memungkiri janji. Bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?”.
“Aku takut! Aku sangat takut!”, jawab syaitan dengan suara gementar.

“Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintahNya, yaitu ketika menolak apabila disuruh sujud kepada Adam, maka Allah telah melaknatinya sehingga akhir zaman; apalagi engkau yang hari ini saja ku saksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud padaNya. Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !”, kata syaitan sambil pergi.

Astaghfirullahal’azim.. semoga kita tidak tergolong dalam kalangan manusia seperti di atas. Lihatlah bagaimana ketika Adam diciptakan dan para malaikat diperintahkan tunduk kepadanya. Semua taat pada perintah Allah melainkan Iblis yang sombong dan takabur yang merasakan dirinya lebih mulia dan unggul serta diciptakan daripada api sedangkan Adam diciptakan dari lumpur. Atas sebab itu,iblis merasakan dia tidak patut menyembah Adam.

“dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada malaikat: Tunduklah(beri hormat) kepada nabi Adam. Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan iblis; dia enggan dan takabur dan menjadilah dia dari golongan yang kafir.” (Al Baqarah 2:ayat 34)

Bagaimana pula dengan kita manusia? Kita masih tidak putus-putus melakukan kemungkaran,melakukan maksiat,berbuat dosa dan tidak melaksanakan perintahNya dengan begitu sahaja. Kita lalai daripada mengingatiNya! Akan tetapi adakah kita terus di azab oleh Allah swt dengan hanya sekali tidak melaksanakan perintah Allah seperti mana iblis? Tidak bukan? Kita senantiasa diberi peluang untuk bertaubat. Seperti mana firman Allah swt mafhumnya:

“katakanlah(wahai Muhammad): wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri(dengan perbuatan maksiat),janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah,karena sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia jugalah Yang Maha Pengampun,lagi Maha Mengasihani” (Al zumar:39)

Rasulullah saw juga bersabda: “Allah akan menerima taubat hambaNya selama mana nyawa belum sampai ke lehernya”

Subhanallah. Begitu sayang Allah kepada hambaNya. Pernahkah anda terpikir setelah bangun dari tidur; mengapa Allah menghidupkan aku pada hari ini? Adakah untuk saja-saja? Untuk enjoy? Tidak! Kita diberikan peluang oleh Allah untuk bertaubat kepadaNya. Namun,kita masih tidak menyadari hakikat tersebut dan bersenang senang dengan kehidupan dunia.

Manusia juga sering merengut bilamana Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan. Tidakkah kita terpikir? Bagaimana Allah tidak mengazab kita serta merta atas dosa yang dilakukan? Sesungguhnya Allah jauh lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya. Allah knows best.

“dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu,dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah),Allah jugalah Yang mengetahui (semuanya itu),sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah 2:216)

Bersyukurlah anda masih lagi menghirup udara free. Bagaimana jika suatu hari nanti Allah menyekat nikmat udara itu? Wallahu’alam. Semoga kita daripada kalangan orang-orang yang telah/sempat bertaubat dan diterima taubat.
Aamiin ya Rahman.

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger